Ayah Haidar, [14.03.19 21:08]
*SVA : security vulnerability assessment/analysis*
intinya analisa kerentanan dan kerawanan sebuah fasilitas, area kerja untuk dibuat tidak aman dan tidak selamat serta bagaimana mencegahnya agar tidak mudah dimasuki dan ditembus.
ini ilmu ahli process safety dan ahli HSE juga dan jarang yg familiar mengetahui nya utk yg hanya mempelajari HSE saja.
*SVA RISK definition :* "Risk is an expression of the likelihood that a defined threat will exploit a specific vulnerability of a particular attractive target or combination of targets to cause a given set of consequences.”
ini belief saya soal SVA ... applicable juga utk fasilitas umum dan proyek secara umum dimanapun berada sebenarnya utk studinya.
SEMOGA sudah dilakukan dan dijalankan aparat negara, BUMN manapun dan perusahaan utk berbagai perencanaan proyek dan fasilitas yg akan dibangun.
dari sisi process safety saya sangat prihatin karena sangat aneh jika lapisan pengamanan tsb. bisa ditembus, alasan yang paling masuk akal biasanya proyek jalan dan jembatan itu berada ditempat terbuka - pengawal hanya terbatas 2 orang dan tidak mampu menjaga semua bukaan perimeter area kerja, jadi area kerja gampang ditembus dari jauh jika pakai senapan atau senjata berat apalagi jika memang telah ada maksud membunuh karena khawatir kedok teroris ini terbuka lebar dan ketahuan siapa saja anggotanya jikalau memang tim pekerja ini pernah jumpa dengan mereka ... ini sudah masuk bahaya yang harus diberantas aparat militer dan polisi karena ada potensi sabotase juga.
security risk reduction strategy biasanya ada 4 method umum, metoda pertama adalah triple D : deter, detect, delay.
Metoda kedua adalah ring atau layer of protection, dibagi 3 zona utama biasanya dengan lapisan pengamanan bisa sampai 8 lapis.
Metoda lainnya akan saya coba jelaskan secara umum lain kali.
Masalahnya assurance HSSE perusahaan2 kontraktor di Indonesia masih berbasis OHSAS18001/ISO45001, SMK3 PP50 tahun 2012, SMKP dimana dipersyaratan standard belum explisit membahas security, implisit ada di klausul terkait risk assessment dikaitkan "interested" parties, di ISO21500 lebih spesifik menyebut stakeholders influences, persoalannya kedalaman dalam melakukan assessment akan berbeda2 dalam implementasi dimasing2 perusahaan, ada yg misal identifikasi "interested parties" hanya pada stakeholder client saja, subcontractor saja, vendor saja atau mungkin lengkap dari government sampai semacam "pengganggu" dlm bentuk preman, teroris, kelompok militansi bersenjata dst.. hal ini seharusnya mungkin bisa menjadi KM (knowledge Management) nasional untuk dipakai para pelaku industri dan kontraktor yg terpapar high risk pada ancaman semacam ini.
_Pertanyaan besarnya bagaimana cara mengimplementasikannya kalo tidak diatur dalam UU dan aturan manapun ?_
_Apakah regulator telah atau sudah mampu memetakan secara sectoral/geographical bahaya latent teroris dan kelompok pengganggu ada di mana saja di tiap bagian negara dengan input yang valid kekuatannya dan sumber info dari Polri dan TNI tentunya (catatan info ini valid dan asli bukan rumor atau sekedar bocoran studi ormas tertentu saja yg bermotif politik) ?_
_Sambungan artikel file berjudul HSE Interview series - ESSAY Question - by Alvin_
*QUESTION 5: if somebody approach you to assist in reviewing the hazard and risk for bypass / over ride PA/GA and alarm system of smoke detector inside any building within industrial city, what will you suggest if the risk considered as red risk ?*
*PERTANYAAN 5: Jika seseorang mengontak anda untuk membantu analisa bahaya dan risiko untuk menonaktifkan / mengunci sistem alarm dan pengumuman karena keseringan aktifnya detektor asap di sebuah gedung atau beberapa gedung di sebuah kota industry, apa yang akan kamu sarankan jikalau risiko nya dianggap merah ?*
*Jawaban :*
*Petunjuk cara menjawab: Sistem pengumuman (PA/GA) dan alarm di gedung dalam sebuah kota industri umumnya dianggap sebagai early warning system (sistem peringatan pertama) yang masuk dalam kategori kebutuhan khusus persyaratan keamanan gedung menurut standard int
Ayah Haidar, [14.03.19 21:08]
ernasional maupun regulasi lokal yang ada.*
*Hint to answer : Announcement systems (PA / GA) and alarms in buildings in an industrial city are generally considered as an early warning system that falls into the category of special requirements for building safety system requirements according to international standards and local regulation.*
*Jawaban/Answer :*
Karena hal ini masuk dalam kategori persyaratan hukum maka penilaian risiko merah itu sudah benar. Jikalau nilai risiko sudah merah dan ada potensi jelas pelanggaran hukum sebagai dampak lanjutan kepada perusahaan dan personal, maka HSE harus menyarankan agar jangan dilakukan penonaktifan dan penguncian sistem alarm otomatis dari detektor asap ini. HSE dapat menyarankan agar melakukan rekayasa teknik atau mengubah serta membeli tipe detektor yang tidak rentan terhadap kelembaban udara yang selalu memberikan masalah “false alarm” karena pengaruh suhu lewat metoda manajemen perubahan (MOC: management of change)
PA/GA and alarm systems in buildings in an industrial city are generally considered as an early warning system that falls into the category of special requirements for building occupancy requirements according to international standards and existing local regulations.
Because this is in the categorized as legal requirements, the risk assessment for red is correct. If the risk value is red and there is a clear potential for violation of the law as an impact to the company and personal, then HSE must advise that no automatic alarm system from the smoke detector be deactivated and locked. HSE can suggest that engineering study to be done or change and purchase the type of smoke detector so as not to be vulnerable to air humidity which always gives a false alarm problem due to the influence of temperature through the management of change
*QUESTION 6: A construction project near to completion stage, you were call to review readiness for start-up prior operation or we call it as PSSR Pre Start up Safety Review. However based on document, site verification, and interview to several personnel; it was found that several PSV/PRV in critical unit of operations were not calibrated and tested also several control valve were not calibrated and tested. Project Managers from Company and Contractor complaint that any finding will delay the planned start-up day. What will you do to ensure safe start-up can be performed?*
*PERTANYAAN 6: Sebuah proyek konstruksi mendekati tahap penyelesaian, Anda diminta bantuan untuk meninjau kesiapan untuk tahap “start up” memulai operasi atau kita dapat menyebutnya sebagai PSSR Pre Start up Safety Review. Namun berdasarkan dokumen, verifikasi lokasi, dan wawancara dengan beberapa personel; ditemukan bahwa beberapa PSV / PRV dalam unit operasi penting tidak dikalibrasi dan diuji juga beberapa katup kran kontrol tidak dikalibrasi dan diuji. Manajer Proyek dari Perusahaan dan Kontraktor mengeluh bahwa setiap temuan akan menunda target hari start-up yang direncanakan. Apa yang akan Anda lakukan untuk memastikan start-up yang aman dapat dilakukan?*
*Jawaban :
*Petunjuk cara menjawab: PRV dan PSV adalah barrier atau lapisan
pengaman penting dalam sebuah operasi dan start-up fasilitas atau pabrik. Start-up adalah tahap penting untuk memastikan operasi dapat berjalan lancar dan aman, terutama jikalau fasilitas atau pabrik tersebut benar-benar baru selesai dibangun (konstruksi).*
*Hint to answer : PRV and PSV are important barriers or layers of protection in an operation and start-up facility or factory. Start-up is an important stage to ensure that operations can run smoothly and safely, especially if the facility or plant is truly newly constructed (construction).*
*Jawaban/Answer :*
HSE shall stand to answer any concern to critical layers of protection or safeguard in process system that it is high risk to start-up a facility or plant without calibrated and tested PRV/PRV also applicable for several CV (control valve) identified. HSE must recommend to calibrate and test the PRV/PSV and CVs in any available window prior start-up event if 12 hours window only available. Several process safety incident have been happened in industry due to mis management such as using of untested/uncalibrated PRV/PSV in operation and/or start-up. No doubt that this is high risk and the management shall do their best to calibrate and test the PRV/PSV also the CV.
HSE harus berdiri untuk menjelaskan bahwa lapisan pelindung dalam sistem proses mempunyai risiko tinggi bila tahap start-up sebuah fasilitas atau pabrik dijalankan tanpa kalibrasi dan pengujian PRV / PRV yang juga berlaku untuk beberapa CV (katup kontrol) yang telah diidentifikasi. HSE harus merekomendasikan untuk mengkalibrasi dan menguji PRV / PSV dan CV dalam setiap waktu yang tersedia sebelum tahap start-up operasi dilakukan walau waktu yang tersedia hanya 12 jam sebelum pelaksanaan tahap start-up operasi. Beberapa insiden keselamatan proses telah terjadi di industri karena mismanajemen kondisi peralatan seperti penggunaan PRV / PSV yang belum teruji dan tidak di kalibrasi saat operasi maupun start-up. Tidak diragukan bahwa kondisi ini punya risiko tinggi dan manajemen harus melakukan tindakan yang terbaik untuk mengkalibrasi dan menguji PRV / PSV juga CV.
Example of process safety incident related to PRV-PSV/contoh insiden keselamatan proses berhubungan dengan PRV-PSV:
https://www.ehstoday.com/safety/poor-process-safety-culture-williams-olefins-plant-contributed-2013-explosion-killed-two-empl
A Poor Process Safety Culture at Williams Olefins Plant Contributed to the 2013 Explosion that Killed Two Employees
CSB releases its final case study into the explosion and fire at the Williams Olefins Plant in Geismar, La.
Sebagai media penyimpanan, flashdisk masih banyak digunakan khususnya bagi para mahasiswa dan pekerja yang sehari-harinya bergelut dengan data. Semahal apa pun flashdisk yang kamu punya, sayangnya bagian dalamnya rentan rusak dan eror. Bisa jadi karena datanya yang rusak, komponen flashdisk-nya yang eror, data terhapus karena virus, dan masih banyak penyebab lainnya.
Nah, repotnya lagi, ketika ada data yang dianggap penting atau berharga yang terhapus atau hilang. Alih-alih panik dan bingung, mending kamu coba kembalikan data-data yang terhapus atau hilang dari flashdisk tersebut dengan cara-cara yang sudah Hipwee Tips rangkum berikut.
1. Mengembalikan data yang terhapus dengan Command Prompt, salah satu perintah bantuan yang bisa diakses pada Windows XP dan Windows 7

Command Prompt via dewailmu.id
- Tancapkan flashdisk ke komputer atau laptop.
- Klik Start pada pojok kiri bawah. Kemudian ketik CMD pada kolom ‘search’, klik Enter.
- Setelah Command Prompt terbuka, akan muncul tampilan C:\windows\system32\cmd.exe, ketikkan perintah CD kemudian klik Enter.
- Ketikkan alamat drive tempat flashdisk-mu berada, misal di F, maka ketik F: , hasilnya C:\Users>F: – Lalu tekan Enter.
- Setelah berhasil, masukkan perintah ATTRIB(spasi)*.*(spasi)-S(spasi)-H(spasi)-R(spasi)/S(spasi)/D kemudian tekan Enter.
- Coba cek flashdisk-mu sekarang, apakah fileyang hilang sudah kembali atau belum. Jika belum berhasil, coba kode ATTRIB(spasi)-R(spasi)-A(spasi)-S(spasi)-H(spasi)*.*(spasi)/S(spasi)/D(spasi)/L lalu tekan Enter.
- Kalau belum berhasil juga, coba gunakan cara selanjutnya.
2. Menggunakan software Recuva. Software ini akan membantu mencari fileyang ingin diselamatkan dan menampilkan hasilnya dengan sangat detail

Recuva via electronicsforu.com
- Tancapkan flashdisk ke komputer atau laptop.
- Buka software Recuva. Kamu akan ditanyakan tentang jenis file apa yang ingin anda kembalikan. Pilih All Files lalu klik Next.
- Pada pilihan File Location, pilih In A Spesific Location > Browse > pilih drive USB flashdisk. Kemudian klik Next.
- Pada tampilan selanjutnya, centang pilihan Enable Deep Scan, setelah itu klik Start.
- Tunggu beberapa saat sampai software Recuva melakukan scan pada flashdisk.
- Jika sudah selesai, maka akan tampil file yang berwarna hijau, kuning, maupun merah. Hijau berarti bisa dikembalikan lagi, kuning berarti bisa dikembalikan tapi ada kemungkinan filerusak, sedangkan merah berarti file nggak bisa dikembalikan lagi.
- Untuk mengembalikan file, centang pada kotak yang sudah disediakan kemudian klik Recover.
3. Memanfaatkan software EaseUS Data Recovery Wizard untuk memulihkan fileyang terhapus atau hilang karena kerusakan tertentu

EaseUS Data Recovery Wizard via buglost621.weebly.com
- Tancapkan flashdisk di komputer atau laptop.
- Ketika membuka software, pilih jenis file yang ingin dikembalikan. Centang All Files kemudian klik Next.
- Pilih drive tempat flashdisk-mu berada. Klik Scan.
- Jika scan selesai, akan ada file yang muncul, file inilah yang terhapus dari flashdisk-mu.
- Untuk mengembalikannya, centang file yang ingin dikembalikan, kemudian klik Recover, lalu pilih lokasi di mana data tersebut akan dikembalikan. Pilih Flashdisk sebagai tempat penyimpanan.
- Beri nama file, terakhir klik OK. Tunggu proses recovery sampai selesai. Lalu cek file tersebut di flashdisk.
Sebenarnya ada beberapa software yang bisa membantu mengembalikan file-mu yang terhapus dari flashdisk, seperti Glary Undelete, Puran File Recovery, Disk Drill, Card Recovery, dan masih banyak lagi lainnya. Kalau memungkinkan, kamu bisa coba satu per satu cara di atas juga dengan beberapa software tambahan yang sudah disebutkan tadi sampai file-mu berhasil dikembalikan. Selamat mencoba ya, semoga berhasil!
ARTIKEL BERMANFAAT DAN MENGHIBUR LAINNYA
- Untukmu Laki-laki yang Mengajakku Ke Dunianya, Bersabarlah Sedikit
- 9 Cara Menyembunyikan File atau Folder Rahasia di Komputer Kamu. Dijamin Aman Tak Tersentuh
- 7 Penyebab Laptop Suka Mati Sendiri Berikut Cara Mengatasinya. Jangan Panik, Ya!
- Mengembalikan Perempuan di Hari Perempuan
- Ditanya Kapan Nikah? Ini Solusinya!





