Jumat, 08 Februari 2019

Lack competency

--Repost--
*Tiga jebakan dalam Kompetensi K3*
Oleh Roslinormansyah, MKKK

Setiap insiden pasti muncul kalimat "lack of competency" atau kegagalan kompetensi dalam laporan hasil investigasi atas insiden tersebut. Ya, hampir semua insiden selalu ada peran kompetensi meski sesungguhnya para investigator insiden tersebut banyak yang "gagap" dalam menjelaskan kompetensi itu sebenarnya apa.

Baiklah sebelum dibahas lebih jauh mengenai bagaimana mengenalinya, ada baiknya kita kenali dulu definisi tentang kompetensi K3. Salah satu definisi kompetensi K3 yang menurut penulis cukup detail adalah definisi yang diberikan oleh universitas New Castle (HSE UK juga memiliki definisi yang serupa), yaitu :  Health and safety competency is the ability of a person to successfully apply health and safety skills, knowledge and training in the context of their role and/or activities to enable him/her to perform a task safely. It includes being aware of hazards, risks and safe operating procedures (http://www.ncl.ac.uk/ohss/assets/documents/Competencymanagementstandard.pdf)

Ada 2 kata kunci dalam definisi kompetensi K3 diatas, yang antara lain :
1. Ability of person
2. Apply health and safety skill, knowledge, and training to perform task safely

1. Ability of person

Ability of person atau kalau diterjemahkan secara bebas menjadi "kemampuan seseorang" mempunyai banyak makna dan maksud. Namun yang jelas bila membahas kemampuan seseorang atau lebih tepatnya kemampuan manusia selalu ada 2 hal yang menarik untuk dicermati, yaitu : pola pikir (mindset) dan motivasi. Pola pikir adalah apa yang dipersepsikan tentang sesuatu dan kemudian memberikan respon (tanggapan) sementara motivasi adalah sesuatu "mendorong" untuk menjalankan respon secara tepat, cepat, dan konsisten. Ini berarti bahwa membentuk kompetensi K3 sama artinya menanamkan pola pikir tentang "ultimate goal" dari K3 itu sendiri. Mengapa penulis menggunakan kalimat "menanamkan" dan tidak menggunakan kalimat "mengubah" ? Karena "menanamkan" memiliki makna "memberikan akar pengetahuan" dan biasanya berlokasi pada "alam bawah sadar" manusia. Sementara "mengubah" lebih pada sifatnya temporal karena umumnya sasarannya kebanyakan sifatnya "pemberitahuan". Contohnya : rambu dilarang parkir, pada kalimat "menanamkan" :  pola pikir diajak untuk bertamasya memahami makna kenapa sebuah tanda dilarang parkir seperti itu dan kenapa suatu lokasi diberi tanda seperti itu, adakah sesuatu yang kritikal disana hingga diberikan tanda seperti itu, dan lain sebagainya. Pola pikir (atau cara berpikir) diajak untuk "membongkar" makna yang lebih detail dari sebuah tanda dilarang parkir. Sementara pada kalimat "mengubah" : tanda dilarang parkir "hanya" dijelaskan bahwa tanda itu memiliki "pesan" untuk tidak parkir ditempat itu dan tanpa disertai penjelasan makna yang lebih detail lagi. Ini adalah jebakan pertama dalam kompetensi K3.
Motivasi adalah "kendaraan" dari pola pikir. Tanpa motivasi, pola pikir hanyalah "bahan bakar" yang tak bermakna apa-apa. Motivasi kerap berhubungan aktifitas punishment-reward. Memupuk aktifitas punishment-reward tanpa disertai dengan membangun "kebiasaan men-challenge" hanya akan membuat motivasi menjadi "up and down" dan  susah untuk konsisten. Kemampuan manusia untuk mengeksekusi K3 butuh motivasi yang konsisten. Punishment-reward adalah jebakan kedua dalam membangun kompetensi K3.

2. Apply health and safety skill, knowledge, and training to perform task safely

Ciri lain dari kompetensi, termasuk kompetensi K3, adalah kemampuan untuk menerapkan keahlian (skill), pengetahuan (knowledge), dan apa yang sudah dilatihkan (training).
Menerapkan berarti menjalankan apa yang sudah dirancang dan merekayasa kondisi yang ada agar sesuai dan mendukung dengan apa yang dirancang tersebut.
Kompetensi K3 tidak hanya sekedar mampu menerapkan prinsip-prinsip K3 (freedom from unacceptable risk) tapi juga mewajibkan untuk  ber-inovasi bagaimana bila kondisi tidak sesuai dan tidak mendukung apa-apa yang telah dirancang untuk menciptakan "freedom from unacceptable risk" pada kondisi tersebut.
Kompetensi K3 dalam definisi diatas juga dapat dimaknai bahwa seseorang yang memiliki kompetensi K3 harus melihat risiko itu secara dinamis, oleh karenanya pengendalian atas risiko juga dinamis. Pada makna ini dapat diartikan bahwa maka seorang yang berkompeten tentang K3 harus mampu berinovasi atas kondisi dan situasi yang dihadapi guna "meredam" kedinamisan risiko. Mengabaikan inovasi dalam skill, knowledge, dan training akan menjadikan seseorang yang berkompetensi K3 seperti robot. Tanpa membangun kemampuan berinovasi maka kompetensi K3 ibarat badan tanpa "ruh". Ketiadaan inovasi inilah yang penulis sebut sebagai jebakan ketiga dalam kompetensi K3.

Selasa, 29 Januari 2019

Ketentuan ban mobil

_*PEMILIK MOBIL WAJIB MENGERTI*_

*KODE BAN MOBIL*

*☞ Contoh yang tertulis di ban*  :

*205/65/R15 94 H*

↳ 205 ⇨ Lebar BAN.
↳ 65   ⇨ Tinggi BAN.
↳ R     ⇨ Ring/Diameter.
↳ 15   ⇨ Ukuran Ring.
↳ 94   ⇨ Max Beban.
↳ H     ⇨ Max 210km/h.
↳ S     ⇨ Max 180km/h.
↳ T     ⇨ Max 190 km/h.
↳ U     ⇨ Max 200km/h.
↳ V     ⇨ Max 240km/h.
↳ Z     ⇨ >240km/h
↳ W    ⇨ 270km/h
↳ Y     ⇨ 300km/h

*Setiap BAN ada 4 angka terlihat di sisi BAN*
↣ Contoh : *2214*

Menunjukkan keluaran BAN baru dari pabrik pada minggu ke *22* tahun *2014*

*Setiap BAN, mempunyai tempo/waktu/masa  penggunaan ideal 5 tahun. Sejak *tanggal dikeluarkan dari PABRIK.*

Jika...
*Membeli B̲A̲N̲ ̲B̲A̲R̲U̲ pastikan tahun terkini*...
Jika...
Membeli BAN dengan kode tahun yang sudah lewat, maka kita berhak untuk minta Diskon dari harga List sesuai dengan ketentuan.

*Contoh ban dijual pd akhir tahun 2014:*
Produk tertulis tahun:
2013 Potongan Disc 20%.
2012 Potongan Disc 40%.
2011 Potongan Disc 60%.
2010 ... jangan dibeli meskipun ditawari diskon 80%.

*Usia BAN (BARU) bila sudah lebih dari 5 tahun,* maka kondisi karet ban sudah keras karena sudah masuk kategori *expired* meskipun belum digunakan.

Sangat *disarankan jangan dipakai lagi,* jelas bisa *membahayakan jiwa anda.*

Info Penting *Semoga Bermanfaat*.

Marilah Kita Lebih Teliti Terhadap Masalah Keselamatan Jiwa Kita Dan Keluarga.
_*Hati hati dalam membeli ban mobil!*_

Semoga bermanfa'at...🙏😊😉

Sabtu, 26 Januari 2019

Perbedaan ISO

Dalam iso 9001:2015, ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018, organisasi diminta utk menentukan isu2 internal dan ekternal terkait mutu,  K3 dan lingkungan yg dapat menghambat keberlangsungan organisasi. (klausul 4.1)
Pada ISO 9001:2015 dan 14001:2015 dan 45001:2018 organisasi diminta utk menetukan pihak berkepentingan dan persyaratannya.  Namun pada ISO 45001, ditambahkah pihak pekerja selain dri pihak berkepentingan. (klausul 4.2).
Organisasi jg menentukanl lingkup/prosesnya utk mutu,  K3 dan lingkungan serta manual mutu, K3 dan lingkungan (klausul 4.3 dan 4.4) ini yg tidak ada di ISO sebelumnya.

Jumat, 25 Januari 2019

Key Performance Indikator

Key Performance Indicator
Didalam nya ada
.Schedule prog kerja she bulan ini
.Jumlah MP
.Statistik Accident
.Prog Pekerjaan
.Penggunaan
-Bibit
-Pupuk
-Kapur
-Op Name Nursery
.Lap stok opnmae
.Lap Pengeluaran LB3
.Lap Baku mutu dan kualitas penataan
-Air
-Udara
-Kebisingan
.Lap catatan harian ALT
.Lap Bulanan Ke Dinas ESDM & DLHK
.Comisioning
.Induksi
.Re-Induksi
Stok opnmae Apd

Itulah diantara nya materi materi yg dijabarkan pada KPI
Semoga bermampaat
🙏🙏🙏

Selasa, 01 Januari 2019

Contractor Safety Management System

Tentang CSMS sudah pernah saya bahas panjang lebar di sebuah tulisan lama kami, juga pernah dibahas beberapa kali disini.

_Mohon diinformasikan bagian mana yang tidak jelas dan perlu dijelaskan ulang._

Kalo minta contoh, mohon maaf tidak bisa dikasih karena prosedur dan form CSMS tiap perusahaan itu berbeda beda namun tetap garis besar penilaian ada di tulisan di bawah ini
.

*Pertanyaan*
  Saya bekerja di suatu perusahaan yang masih sedikit pengalaman, bergerak
di bidang supplier dan service (Contractor) untuk KPS melalui tender.
  Sekarang ini banyak KPS yang meminta HSE Performance untuk persyaratan
Rekanan atau untuk kontrak kerja melalui pengisian CSMS ( CONTRACTOR SAFETY
MANAGEMENT SYSTEM). yang menjadi pertanyaan saya, dalam CSMS tersebut banyak
pertanyaan mengenai Procedure HSE di Field/site, sedangkan di perusahaan
saya kerja hanya di sebuah gedung berlantai 4 di Jakarta. bagaimana cara
saya menyikapi pertanyaan CSMS tersebut, agar HSE performence nya
baik/bagus.

  Saya berharap banyak dapat masukan dari para expertise di bidang HSE ini.

  Terima Kasih

*'Jawaban*
Agar score yg diharapkan bisa tinggi, sebenarnya bisa disiasati pada intisari system manajemen. Sebagaimana system manajemen mutu, system manajemen keselamatan kerja menitikberatkan kepada hal-hal yang berbau policy dari manajemen, dan pengendalian implementasinya seperti Audit, dan termasuk di dalamnya tentang bagaimana system dokumentasinya.

Untuk CSMS, beberapa owner mengistilahkan Self Assesment, ada juga HSE Performance, yang akan mendapat skor tertinggi adalah :

*1. KOMITMENT MANAJEMEN* thd permasalahan keselamatan kerja. Tidak perduli itu perusahaan yg baru berdiri ataupun yg sudah besar. Yang jelas secara resmi keselamatan kerja tertuang dalam dokumen telah menjadi komitmen manajemen.
Komitmen ini dinilai dari seberapa besar sih top manajemen dalam keikutsertaan implementasi keselamatan kerja. Poin penilaian bisa berupa kehadiran top manajemen dalam safety meeting, dokumentasi yg dikeluarkan top manajemen mengenai issue2 keselamatan kerja, keikutsertaan top manajemen dalam kegiatan inspeksi penggunaan PPE (personal protection equipment), dsb
2. point berikut yg dinilai memberikan skor tinggi adalah *HSE/SAFETY AUDIT & REVIEW* Hal ini dinilai dari dokumentasi dan rekaman audit
*3. EMERGENCY RESPON PROCEDURE* memberikan kontribusi poin besar juga. Yaitu ttg bagaimana perusahaan membuat prosedur penanganan tanggap darurat. Tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan nilai resiko dari pekerjaan yg akan dinilai oleh owner.
*4. ADDITIONAL FEATURES* memberikan kontribusi yg cukup besar kepada skor CSMS. Additional Features ini sebagai contoh adalah keanggotaan professional di bidang Safety dari sebanyak mungkin professional di perusahaan anda. Bisa anda submit bukti keanggotaan profesi di bidang HSE tsb. Bisa juga berupa strategi perusahaan dalam membudayakan bekerja dengan selamat kepada seluruh karyawan. Keanggotaan anda dalam milis migas bisa juga dimasukkan.
*5. PLANING & PROCEDURE.* Adalah penilaian dokumentasi perencanaan system manajemen keselamatan kerja. Procedure2 akan dinilai pada section ini.
Misalnya procedure lifting, procedure working in confined space dan lain2.

Pada akhirnya, kelima point di atas diusahakan sebaik mungkin. Tapi tentu saja, semuanya sangat berbeda standard penilaian masing2 owner karena sangat disesuaikan dengan tingkat keselamatan pekerjaan yg akan dilelang. Sedikit  advice, bila perusahaan anda menerbitkan satu buku kecil (handbook/ pocketbook) ttg system manajemen Keselamatan Kerja, akan sangat membantu mengatrol skor.

CSMS di KPS sebenarnya sudah sejak dulu dengan SK Pertamina No. Kpts.1048/L000/99-SO. Kemudian KPS dibawah MIGAS dan diperkuat dgan turunnya Suply chain guidance PTK-007.

Saat ini pihak SKKMIGAS telah menyiapkan pedoman pelaksanaan CSMS tadi yang dinamakan PTK-PK3-K "Pedoman Tata Kerja PK3 Kontraktor".

Pada dasarnya penilaian HSE yang dilakukan KPS terhadap Kontraktor di bagi 3 yaitu meliputi :
*(1). Penilai sebelum mengikuti Tender (Pre Qualifikasi)*
*(2). Penilaian HSE selama kontrak berjalan (During Performing of Work)*
*(3). Penilaian keseluruhan saat de-breifing.*

Isinya tiap KPS tidak 100% sama tapi paling tidak nafasnya adalah sejalan kira-kira sebagai berikut:

*1. Kebijakan HSE :* expectasinya adalah si calon mitra  diharapkan punya Kebijakan dibidang HSE yang didukung oleh komitment yang tinggi agar tidak ada Loss di setiap  aktifitas pekerjaan.

*2. Prosedur Emergency :* harapannya adalah calon mitra  kerja sudah punya (peduli) terhadap kondisi emergensi yang  potensial terjadi baik di tempat kerja, office, dll dan  bahkan diharapkan bisa mengcover yang spesifik misalnya  BLOW-OUT dll.

*3. Equipment & Material Management :* Harapannya adalah si  calon selalu memaintain semua peralatan dengan baik, termasuk sertifikasinya, kalibrasinya, ada system untuk memisahkan peralatan yang defective dengan yang masih baik ditandai dengan tanda khusus agar tidak digunakan dll.

CSMS juga dapat digunakan sebagai alat untuk memantau kinerja safety dari tiap-tiap perusahaan kontraktor, sejauh mana mereka me-maintain program-program safety untuk para karyawannya  (during performing of work), karena CSMS dipantau secara berkala.

Lebih lanjut, ada juga program yang digunakan untuk memantau performa kontraktor secara keseluruhan, dan tidak hanya unsur safety. Ada sebuah KPS menyebutnya dengan QPR / quarterly performance record. Di QPR tersebut dipantau sejauh mana performa produktifitas dan safety yang dihasilkan oleh perusahaan kontraktor. Program ini pun dipantau secara berkala/quarterly. Dengan program ini, produkstifitas dan safety menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga sudah tidak jaman lagi sebuah kontraktor yang memiliki reputasi produktifitasnya bagus tetapi sedikit mengabaikan aspek keselamatan, akan mendapatkan nilai raport yang
baik.

_Sistem penilaian CSMS ada 2 secara umum :_
1. Pass - Not Pass
2. Rating dan Rangking, penjelasannya ada dibawan ini.
Sistem penilaian CSMS pass-not pass : tiap butir important point sesuai aspek kunci ditulisan diatas si owner atau user atau project engineer harus melalukan inspeksi, interview, pengecekan dokumen dan mengisi form standar yg berisi pertanyaan Y/N, kalo banyak No nya tentu dianggap not pass

Sistem penilaian CSMS rangking dan rating, tiap butir important point sesuai aspek kunci tulisan di atas si owner/user/project engineernya harus melakukan inspeksi ke kantor ataupun yard/workshop, interview, pengecekan dokumen dan mengisi form standar dari masing masing perusahaan. Ada kolom nilai dan definisinya range nilainya yang harus diisi. Semakin tinggi maka semakin baik, rating akan diberlakukan.
Jika variasi risiko pekerjaan berbeda di tiap kontrak yakni low risk, medium risk, high risk .. ada definisi perusahaan masing2 utk kategori ini ..  tentu yg ratingnya makin tinggi maka bisa mengerjakan kontrak risiko tinggi dan nilai rangkingnya makin tinggi ... penilaian ini baik sistem pass not pass maupun rangking dan rating akan dilakukan berkala sesuai masa berlakunya kontrak sesuai cycle yg umumnya dibagi 3 yaitu
1. pra qualifikasi,
2. interim review during work in progress,
3. close out contract

_Penilaian CSMS ini akan dilakukan oleh tim dari Company yg akan dipimpin project engineer/user/host/contract owner atau orang yg ditunjuk Company_

checklist CSMS tiap Company yang harus diisi calon kontraktor dan calon vendor yang berminat bekerja utk kepentingan Company akan berbeda namun kalo jurus penekanan 4-5 point diatas minimum dilakukan maka Inshaa Allah CSMS anda akan *dinilai pass atau cukup tinggi* sehingga masuk approved contractor list dan approved vendor list

Kamis, 27 Desember 2018

Penanganan Gejala Stroke


Pengertian Stroke



Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Stroke adalah keadaan darurat medis karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan secara cepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi.

Menurut riset kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2013, di Indonesia terdapat lebih dari 2 juta penduduk, atau 12 dari 1000 penduduk, menderita stroke dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, stroke juga merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia, lebih dari 15% kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke. Stroke iskemik memiliki kejadian yang lebih sering dibandingkan dengan stroke hemoragik, namun stroke hemoragik membunuh lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemikHipertensi yang diikuti dengan diabetes dan kolesterol tinggi merupakan kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya stroke di Indonesia



Tahap-1 Kenali Gejala Stroke

Menghafal S - T - R :
Para dokter menyatakan orang terdekat dengan si penderita dpt mengenali stroke dgn menanyakan 3 pertanyaan sederhana.
Ingat 3 Langkah "S T R" , yaitu :

S: SMILE

Minta penderita utk tersenyum.
Kalau pipi miring, maka ada kelumpuhan saraf, ini gejala stroke

T: TALK
Minta penderita utk berbicara kalimat singkat, misalkan: Hari ini cerah atau apa saja. Kalau omongannya pelo, ini gejala stroke

R : RAISE BOTH ARMS
Minta penderita untuk mengangkat Kedua Lengan. Kalau tidak bisa mengangkat tangannya berarti ada kelumpuhan, ini gejala stroke

Cara lain untuk mengenali stroke adalah: Minta orang tsb menjulurkan lidahnya. Jika "bengkok" menyimpang ke satu arah, ini juga merupakan suatu tanda dari stroke



Tahap-2 Emergency Call Response

vMenelepon / mencari bantuan
vMengatur lalu lintas dan penonton
vMenjaga rahasia pribadi korban
vMembantu memiindahkan korban ke tempat yang aman


Tahap-3 Evakuasi & Transportasi

ATURAN UMUM tentang PENANGANAN DAN TANSPORTASI :
° Jangan menganggap bahwa korban bisa duduk atau berdiri sendiri
° Selalu menerangkan kepada korban apa yang akan Anda kerjakan,
    agar korban dapat bekerja sama  (bila memungkinkan)  
° Jangan memindahkan korban sendirian, kalau bantuan tersedia.
     Pastikan Penolong Anda memahami  apa yang harus dilakukan,
     sehingga merka dapat bekerja sama sepenuhnya
° Kalau  ada beberapa orang yang memindahkan korban, satu orang
    memberikan komando
° Supaya Anda sendiri (penolong) tidak mengalami cedera punggung
    sewaktu mengangkat atau membawa korban, gunakan cara
    mengangkat yang benar


Tahap-4 Penanganan Medis di Rumah Sakit

Diagnosis Stroke

1. Wawancara ke pasien/anggota keluarga mengenai

Gejala yang dialami, awal munculnya gejala, dan apa yang sedang pasien lakukan ketika gejala tersebut muncul. Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Apakah pasien pernah mengalami cedera di bagian kepala. Memeriksa riwayat kesehatan pasien dan keluarga pasien terkait penyakit jantung, stroke ringan (TIA), dan stroke.

2. Pemeriksaan Lanjutan :

Tes darah – CT Scan – MRI – Elektrikardiografi - USG doppler karotis - Ekokardiografi


Pengobatan Stroke
1. Pengobatan stroke iskemiki :
Penyuntikkan rtPAPenyuntikan rtPA (recombinant tissue plasminogen activator)
Obat antiplatelet. Untuk mencegah pembekuan darah, digunakan obat antiplatelet, seperti aspirinObat antikoagulan, Obat antihipertensi, Statin. obat kolesterol, Endarterektomi karotis, Angioplasti

2. Pengobatan stroke hemoragik
Obat-obatan, Operasi


Tahap-5 Pemulihan


Seorang Neurolog menyatakan, bahwa penderita stroke dlm 3 jam pertama serangan dpt sembuh total sama sekali, jika dgn cepat dpt mengenali gejala, mendiagnosa & membawa pasien u/ pengobatan ahli sesegera mungkin. Jangan lewat dari 3 jam, karena dpt terjadi kerusakan permanen.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENGAWAS KETENAGAKERJAAN DALAM HAL PENGAWASAN DAN PENEGAKKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KETENAGAKERJAAN

  Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya unt...