--Repost--
*Tiga jebakan dalam Kompetensi K3*
Oleh Roslinormansyah, MKKK
Setiap insiden pasti muncul kalimat "lack of competency" atau kegagalan kompetensi dalam laporan hasil investigasi atas insiden tersebut. Ya, hampir semua insiden selalu ada peran kompetensi meski sesungguhnya para investigator insiden tersebut banyak yang "gagap" dalam menjelaskan kompetensi itu sebenarnya apa.
Baiklah sebelum dibahas lebih jauh mengenai bagaimana mengenalinya, ada baiknya kita kenali dulu definisi tentang kompetensi K3. Salah satu definisi kompetensi K3 yang menurut penulis cukup detail adalah definisi yang diberikan oleh universitas New Castle (HSE UK juga memiliki definisi yang serupa), yaitu : Health and safety competency is the ability of a person to successfully apply health and safety skills, knowledge and training in the context of their role and/or activities to enable him/her to perform a task safely. It includes being aware of hazards, risks and safe operating procedures (http://www.ncl.ac.uk/ohss/assets/documents/Competencymanagementstandard.pdf)
Ada 2 kata kunci dalam definisi kompetensi K3 diatas, yang antara lain :
1. Ability of person
2. Apply health and safety skill, knowledge, and training to perform task safely
1. Ability of person
Ability of person atau kalau diterjemahkan secara bebas menjadi "kemampuan seseorang" mempunyai banyak makna dan maksud. Namun yang jelas bila membahas kemampuan seseorang atau lebih tepatnya kemampuan manusia selalu ada 2 hal yang menarik untuk dicermati, yaitu : pola pikir (mindset) dan motivasi. Pola pikir adalah apa yang dipersepsikan tentang sesuatu dan kemudian memberikan respon (tanggapan) sementara motivasi adalah sesuatu "mendorong" untuk menjalankan respon secara tepat, cepat, dan konsisten. Ini berarti bahwa membentuk kompetensi K3 sama artinya menanamkan pola pikir tentang "ultimate goal" dari K3 itu sendiri. Mengapa penulis menggunakan kalimat "menanamkan" dan tidak menggunakan kalimat "mengubah" ? Karena "menanamkan" memiliki makna "memberikan akar pengetahuan" dan biasanya berlokasi pada "alam bawah sadar" manusia. Sementara "mengubah" lebih pada sifatnya temporal karena umumnya sasarannya kebanyakan sifatnya "pemberitahuan". Contohnya : rambu dilarang parkir, pada kalimat "menanamkan" : pola pikir diajak untuk bertamasya memahami makna kenapa sebuah tanda dilarang parkir seperti itu dan kenapa suatu lokasi diberi tanda seperti itu, adakah sesuatu yang kritikal disana hingga diberikan tanda seperti itu, dan lain sebagainya. Pola pikir (atau cara berpikir) diajak untuk "membongkar" makna yang lebih detail dari sebuah tanda dilarang parkir. Sementara pada kalimat "mengubah" : tanda dilarang parkir "hanya" dijelaskan bahwa tanda itu memiliki "pesan" untuk tidak parkir ditempat itu dan tanpa disertai penjelasan makna yang lebih detail lagi. Ini adalah jebakan pertama dalam kompetensi K3.
Motivasi adalah "kendaraan" dari pola pikir. Tanpa motivasi, pola pikir hanyalah "bahan bakar" yang tak bermakna apa-apa. Motivasi kerap berhubungan aktifitas punishment-reward. Memupuk aktifitas punishment-reward tanpa disertai dengan membangun "kebiasaan men-challenge" hanya akan membuat motivasi menjadi "up and down" dan susah untuk konsisten. Kemampuan manusia untuk mengeksekusi K3 butuh motivasi yang konsisten. Punishment-reward adalah jebakan kedua dalam membangun kompetensi K3.
2. Apply health and safety skill, knowledge, and training to perform task safely
Ciri lain dari kompetensi, termasuk kompetensi K3, adalah kemampuan untuk menerapkan keahlian (skill), pengetahuan (knowledge), dan apa yang sudah dilatihkan (training).
Menerapkan berarti menjalankan apa yang sudah dirancang dan merekayasa kondisi yang ada agar sesuai dan mendukung dengan apa yang dirancang tersebut.
Kompetensi K3 tidak hanya sekedar mampu menerapkan prinsip-prinsip K3 (freedom from unacceptable risk) tapi juga mewajibkan untuk ber-inovasi bagaimana bila kondisi tidak sesuai dan tidak mendukung apa-apa yang telah dirancang untuk menciptakan "freedom from unacceptable risk" pada kondisi tersebut.
Kompetensi K3 dalam definisi diatas juga dapat dimaknai bahwa seseorang yang memiliki kompetensi K3 harus melihat risiko itu secara dinamis, oleh karenanya pengendalian atas risiko juga dinamis. Pada makna ini dapat diartikan bahwa maka seorang yang berkompeten tentang K3 harus mampu berinovasi atas kondisi dan situasi yang dihadapi guna "meredam" kedinamisan risiko. Mengabaikan inovasi dalam skill, knowledge, dan training akan menjadikan seseorang yang berkompetensi K3 seperti robot. Tanpa membangun kemampuan berinovasi maka kompetensi K3 ibarat badan tanpa "ruh". Ketiadaan inovasi inilah yang penulis sebut sebagai jebakan ketiga dalam kompetensi K3.
Jumat, 08 Februari 2019
Selasa, 29 Januari 2019
Ketentuan ban mobil
_*PEMILIK MOBIL WAJIB MENGERTI*_
*KODE BAN MOBIL*
*☞ Contoh yang tertulis di ban* :
*205/65/R15 94 H*
↳ 205 ⇨ Lebar BAN.
↳ 65 ⇨ Tinggi BAN.
↳ R ⇨ Ring/Diameter.
↳ 15 ⇨ Ukuran Ring.
↳ 94 ⇨ Max Beban.
↳ H ⇨ Max 210km/h.
↳ S ⇨ Max 180km/h.
↳ T ⇨ Max 190 km/h.
↳ U ⇨ Max 200km/h.
↳ V ⇨ Max 240km/h.
↳ Z ⇨ >240km/h
↳ W ⇨ 270km/h
↳ Y ⇨ 300km/h
*Setiap BAN ada 4 angka terlihat di sisi BAN*
↣ Contoh : *2214*
Menunjukkan keluaran BAN baru dari pabrik pada minggu ke *22* tahun *2014*
*Setiap BAN, mempunyai tempo/waktu/masa penggunaan ideal 5 tahun. Sejak *tanggal dikeluarkan dari PABRIK.*
Jika...
*Membeli B̲A̲N̲ ̲B̲A̲R̲U̲ pastikan tahun terkini*...
Jika...
Membeli BAN dengan kode tahun yang sudah lewat, maka kita berhak untuk minta Diskon dari harga List sesuai dengan ketentuan.
*Contoh ban dijual pd akhir tahun 2014:*
Produk tertulis tahun:
2013 Potongan Disc 20%.
2012 Potongan Disc 40%.
2011 Potongan Disc 60%.
2010 ... jangan dibeli meskipun ditawari diskon 80%.
*Usia BAN (BARU) bila sudah lebih dari 5 tahun,* maka kondisi karet ban sudah keras karena sudah masuk kategori *expired* meskipun belum digunakan.
Sangat *disarankan jangan dipakai lagi,* jelas bisa *membahayakan jiwa anda.*
Info Penting *Semoga Bermanfaat*.
Marilah Kita Lebih Teliti Terhadap Masalah Keselamatan Jiwa Kita Dan Keluarga.
_*Hati hati dalam membeli ban mobil!*_
Semoga bermanfa'at...🙏😊😉
*KODE BAN MOBIL*
*☞ Contoh yang tertulis di ban* :
*205/65/R15 94 H*
↳ 205 ⇨ Lebar BAN.
↳ 65 ⇨ Tinggi BAN.
↳ R ⇨ Ring/Diameter.
↳ 15 ⇨ Ukuran Ring.
↳ 94 ⇨ Max Beban.
↳ H ⇨ Max 210km/h.
↳ S ⇨ Max 180km/h.
↳ T ⇨ Max 190 km/h.
↳ U ⇨ Max 200km/h.
↳ V ⇨ Max 240km/h.
↳ Z ⇨ >240km/h
↳ W ⇨ 270km/h
↳ Y ⇨ 300km/h
*Setiap BAN ada 4 angka terlihat di sisi BAN*
↣ Contoh : *2214*
Menunjukkan keluaran BAN baru dari pabrik pada minggu ke *22* tahun *2014*
*Setiap BAN, mempunyai tempo/waktu/masa penggunaan ideal 5 tahun. Sejak *tanggal dikeluarkan dari PABRIK.*
Jika...
*Membeli B̲A̲N̲ ̲B̲A̲R̲U̲ pastikan tahun terkini*...
Jika...
Membeli BAN dengan kode tahun yang sudah lewat, maka kita berhak untuk minta Diskon dari harga List sesuai dengan ketentuan.
*Contoh ban dijual pd akhir tahun 2014:*
Produk tertulis tahun:
2013 Potongan Disc 20%.
2012 Potongan Disc 40%.
2011 Potongan Disc 60%.
2010 ... jangan dibeli meskipun ditawari diskon 80%.
*Usia BAN (BARU) bila sudah lebih dari 5 tahun,* maka kondisi karet ban sudah keras karena sudah masuk kategori *expired* meskipun belum digunakan.
Sangat *disarankan jangan dipakai lagi,* jelas bisa *membahayakan jiwa anda.*
Info Penting *Semoga Bermanfaat*.
Marilah Kita Lebih Teliti Terhadap Masalah Keselamatan Jiwa Kita Dan Keluarga.
_*Hati hati dalam membeli ban mobil!*_
Semoga bermanfa'at...🙏😊😉
Sabtu, 26 Januari 2019
Perbedaan ISO
Dalam iso 9001:2015, ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018, organisasi diminta utk menentukan isu2 internal dan ekternal terkait mutu, K3 dan lingkungan yg dapat menghambat keberlangsungan organisasi. (klausul 4.1)
Pada ISO 9001:2015 dan 14001:2015 dan 45001:2018 organisasi diminta utk menetukan pihak berkepentingan dan persyaratannya. Namun pada ISO 45001, ditambahkah pihak pekerja selain dri pihak berkepentingan. (klausul 4.2).
Organisasi jg menentukanl lingkup/prosesnya utk mutu, K3 dan lingkungan serta manual mutu, K3 dan lingkungan (klausul 4.3 dan 4.4) ini yg tidak ada di ISO sebelumnya.
Pada ISO 9001:2015 dan 14001:2015 dan 45001:2018 organisasi diminta utk menetukan pihak berkepentingan dan persyaratannya. Namun pada ISO 45001, ditambahkah pihak pekerja selain dri pihak berkepentingan. (klausul 4.2).
Organisasi jg menentukanl lingkup/prosesnya utk mutu, K3 dan lingkungan serta manual mutu, K3 dan lingkungan (klausul 4.3 dan 4.4) ini yg tidak ada di ISO sebelumnya.
Jumat, 25 Januari 2019
Key Performance Indikator
Key Performance Indicator
Didalam nya ada
.Schedule prog kerja she bulan ini
.Jumlah MP
.Statistik Accident
.Prog Pekerjaan
.Penggunaan
-Bibit
-Pupuk
-Kapur
-Op Name Nursery
.Lap stok opnmae
.Lap Pengeluaran LB3
.Lap Baku mutu dan kualitas penataan
-Air
-Udara
-Kebisingan
.Lap catatan harian ALT
.Lap Bulanan Ke Dinas ESDM & DLHK
.Comisioning
.Induksi
.Re-Induksi
Stok opnmae Apd
Itulah diantara nya materi materi yg dijabarkan pada KPI
Semoga bermampaat
🙏🙏🙏
Didalam nya ada
.Schedule prog kerja she bulan ini
.Jumlah MP
.Statistik Accident
.Prog Pekerjaan
.Penggunaan
-Bibit
-Pupuk
-Kapur
-Op Name Nursery
.Lap stok opnmae
.Lap Pengeluaran LB3
.Lap Baku mutu dan kualitas penataan
-Air
-Udara
-Kebisingan
.Lap catatan harian ALT
.Lap Bulanan Ke Dinas ESDM & DLHK
.Comisioning
.Induksi
.Re-Induksi
Stok opnmae Apd
Itulah diantara nya materi materi yg dijabarkan pada KPI
Semoga bermampaat
🙏🙏🙏
Selasa, 01 Januari 2019
Contractor Safety Management System
Tentang CSMS sudah pernah saya bahas panjang lebar di sebuah tulisan lama kami, juga pernah dibahas beberapa kali disini.
_Mohon diinformasikan bagian mana yang tidak jelas dan perlu dijelaskan ulang._
Kalo minta contoh, mohon maaf tidak bisa dikasih karena prosedur dan form CSMS tiap perusahaan itu berbeda beda namun tetap garis besar penilaian ada di tulisan di bawah ini
.
*Pertanyaan*
Saya bekerja di suatu perusahaan yang masih sedikit pengalaman, bergerak
di bidang supplier dan service (Contractor) untuk KPS melalui tender.
Sekarang ini banyak KPS yang meminta HSE Performance untuk persyaratan
Rekanan atau untuk kontrak kerja melalui pengisian CSMS ( CONTRACTOR SAFETY
MANAGEMENT SYSTEM). yang menjadi pertanyaan saya, dalam CSMS tersebut banyak
pertanyaan mengenai Procedure HSE di Field/site, sedangkan di perusahaan
saya kerja hanya di sebuah gedung berlantai 4 di Jakarta. bagaimana cara
saya menyikapi pertanyaan CSMS tersebut, agar HSE performence nya
baik/bagus.
Saya berharap banyak dapat masukan dari para expertise di bidang HSE ini.
Terima Kasih
*'Jawaban*
Agar score yg diharapkan bisa tinggi, sebenarnya bisa disiasati pada intisari system manajemen. Sebagaimana system manajemen mutu, system manajemen keselamatan kerja menitikberatkan kepada hal-hal yang berbau policy dari manajemen, dan pengendalian implementasinya seperti Audit, dan termasuk di dalamnya tentang bagaimana system dokumentasinya.
Untuk CSMS, beberapa owner mengistilahkan Self Assesment, ada juga HSE Performance, yang akan mendapat skor tertinggi adalah :
*1. KOMITMENT MANAJEMEN* thd permasalahan keselamatan kerja. Tidak perduli itu perusahaan yg baru berdiri ataupun yg sudah besar. Yang jelas secara resmi keselamatan kerja tertuang dalam dokumen telah menjadi komitmen manajemen.
Komitmen ini dinilai dari seberapa besar sih top manajemen dalam keikutsertaan implementasi keselamatan kerja. Poin penilaian bisa berupa kehadiran top manajemen dalam safety meeting, dokumentasi yg dikeluarkan top manajemen mengenai issue2 keselamatan kerja, keikutsertaan top manajemen dalam kegiatan inspeksi penggunaan PPE (personal protection equipment), dsb
2. point berikut yg dinilai memberikan skor tinggi adalah *HSE/SAFETY AUDIT & REVIEW* Hal ini dinilai dari dokumentasi dan rekaman audit
*3. EMERGENCY RESPON PROCEDURE* memberikan kontribusi poin besar juga. Yaitu ttg bagaimana perusahaan membuat prosedur penanganan tanggap darurat. Tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan nilai resiko dari pekerjaan yg akan dinilai oleh owner.
*4. ADDITIONAL FEATURES* memberikan kontribusi yg cukup besar kepada skor CSMS. Additional Features ini sebagai contoh adalah keanggotaan professional di bidang Safety dari sebanyak mungkin professional di perusahaan anda. Bisa anda submit bukti keanggotaan profesi di bidang HSE tsb. Bisa juga berupa strategi perusahaan dalam membudayakan bekerja dengan selamat kepada seluruh karyawan. Keanggotaan anda dalam milis migas bisa juga dimasukkan.
*5. PLANING & PROCEDURE.* Adalah penilaian dokumentasi perencanaan system manajemen keselamatan kerja. Procedure2 akan dinilai pada section ini.
Misalnya procedure lifting, procedure working in confined space dan lain2.
Pada akhirnya, kelima point di atas diusahakan sebaik mungkin. Tapi tentu saja, semuanya sangat berbeda standard penilaian masing2 owner karena sangat disesuaikan dengan tingkat keselamatan pekerjaan yg akan dilelang. Sedikit advice, bila perusahaan anda menerbitkan satu buku kecil (handbook/ pocketbook) ttg system manajemen Keselamatan Kerja, akan sangat membantu mengatrol skor.
CSMS di KPS sebenarnya sudah sejak dulu dengan SK Pertamina No. Kpts.1048/L000/99-SO. Kemudian KPS dibawah MIGAS dan diperkuat dgan turunnya Suply chain guidance PTK-007.
Saat ini pihak SKKMIGAS telah menyiapkan pedoman pelaksanaan CSMS tadi yang dinamakan PTK-PK3-K "Pedoman Tata Kerja PK3 Kontraktor".
Pada dasarnya penilaian HSE yang dilakukan KPS terhadap Kontraktor di bagi 3 yaitu meliputi :
*(1). Penilai sebelum mengikuti Tender (Pre Qualifikasi)*
*(2). Penilaian HSE selama kontrak berjalan (During Performing of Work)*
*(3). Penilaian keseluruhan saat de-breifing.*
Isinya tiap KPS tidak 100% sama tapi paling tidak nafasnya adalah sejalan kira-kira sebagai berikut:
*1. Kebijakan HSE :* expectasinya adalah si calon mitra diharapkan punya Kebijakan dibidang HSE yang didukung oleh komitment yang tinggi agar tidak ada Loss di setiap aktifitas pekerjaan.
*2. Prosedur Emergency :* harapannya adalah calon mitra kerja sudah punya (peduli) terhadap kondisi emergensi yang potensial terjadi baik di tempat kerja, office, dll dan bahkan diharapkan bisa mengcover yang spesifik misalnya BLOW-OUT dll.
*3. Equipment & Material Management :* Harapannya adalah si calon selalu memaintain semua peralatan dengan baik, termasuk sertifikasinya, kalibrasinya, ada system untuk memisahkan peralatan yang defective dengan yang masih baik ditandai dengan tanda khusus agar tidak digunakan dll.
CSMS juga dapat digunakan sebagai alat untuk memantau kinerja safety dari tiap-tiap perusahaan kontraktor, sejauh mana mereka me-maintain program-program safety untuk para karyawannya (during performing of work), karena CSMS dipantau secara berkala.
Lebih lanjut, ada juga program yang digunakan untuk memantau performa kontraktor secara keseluruhan, dan tidak hanya unsur safety. Ada sebuah KPS menyebutnya dengan QPR / quarterly performance record. Di QPR tersebut dipantau sejauh mana performa produktifitas dan safety yang dihasilkan oleh perusahaan kontraktor. Program ini pun dipantau secara berkala/quarterly. Dengan program ini, produkstifitas dan safety menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga sudah tidak jaman lagi sebuah kontraktor yang memiliki reputasi produktifitasnya bagus tetapi sedikit mengabaikan aspek keselamatan, akan mendapatkan nilai raport yang
baik.
_Sistem penilaian CSMS ada 2 secara umum :_
1. Pass - Not Pass
2. Rating dan Rangking, penjelasannya ada dibawan ini.
Sistem penilaian CSMS pass-not pass : tiap butir important point sesuai aspek kunci ditulisan diatas si owner atau user atau project engineer harus melalukan inspeksi, interview, pengecekan dokumen dan mengisi form standar yg berisi pertanyaan Y/N, kalo banyak No nya tentu dianggap not pass
Sistem penilaian CSMS rangking dan rating, tiap butir important point sesuai aspek kunci tulisan di atas si owner/user/project engineernya harus melakukan inspeksi ke kantor ataupun yard/workshop, interview, pengecekan dokumen dan mengisi form standar dari masing masing perusahaan. Ada kolom nilai dan definisinya range nilainya yang harus diisi. Semakin tinggi maka semakin baik, rating akan diberlakukan.
Jika variasi risiko pekerjaan berbeda di tiap kontrak yakni low risk, medium risk, high risk .. ada definisi perusahaan masing2 utk kategori ini .. tentu yg ratingnya makin tinggi maka bisa mengerjakan kontrak risiko tinggi dan nilai rangkingnya makin tinggi ... penilaian ini baik sistem pass not pass maupun rangking dan rating akan dilakukan berkala sesuai masa berlakunya kontrak sesuai cycle yg umumnya dibagi 3 yaitu
1. pra qualifikasi,
2. interim review during work in progress,
3. close out contract
_Penilaian CSMS ini akan dilakukan oleh tim dari Company yg akan dipimpin project engineer/user/host/contract owner atau orang yg ditunjuk Company_
checklist CSMS tiap Company yang harus diisi calon kontraktor dan calon vendor yang berminat bekerja utk kepentingan Company akan berbeda namun kalo jurus penekanan 4-5 point diatas minimum dilakukan maka Inshaa Allah CSMS anda akan *dinilai pass atau cukup tinggi* sehingga masuk approved contractor list dan approved vendor list
_Mohon diinformasikan bagian mana yang tidak jelas dan perlu dijelaskan ulang._
Kalo minta contoh, mohon maaf tidak bisa dikasih karena prosedur dan form CSMS tiap perusahaan itu berbeda beda namun tetap garis besar penilaian ada di tulisan di bawah ini
.
*Pertanyaan*
Saya bekerja di suatu perusahaan yang masih sedikit pengalaman, bergerak
di bidang supplier dan service (Contractor) untuk KPS melalui tender.
Sekarang ini banyak KPS yang meminta HSE Performance untuk persyaratan
Rekanan atau untuk kontrak kerja melalui pengisian CSMS ( CONTRACTOR SAFETY
MANAGEMENT SYSTEM). yang menjadi pertanyaan saya, dalam CSMS tersebut banyak
pertanyaan mengenai Procedure HSE di Field/site, sedangkan di perusahaan
saya kerja hanya di sebuah gedung berlantai 4 di Jakarta. bagaimana cara
saya menyikapi pertanyaan CSMS tersebut, agar HSE performence nya
baik/bagus.
Saya berharap banyak dapat masukan dari para expertise di bidang HSE ini.
Terima Kasih
*'Jawaban*
Agar score yg diharapkan bisa tinggi, sebenarnya bisa disiasati pada intisari system manajemen. Sebagaimana system manajemen mutu, system manajemen keselamatan kerja menitikberatkan kepada hal-hal yang berbau policy dari manajemen, dan pengendalian implementasinya seperti Audit, dan termasuk di dalamnya tentang bagaimana system dokumentasinya.
Untuk CSMS, beberapa owner mengistilahkan Self Assesment, ada juga HSE Performance, yang akan mendapat skor tertinggi adalah :
*1. KOMITMENT MANAJEMEN* thd permasalahan keselamatan kerja. Tidak perduli itu perusahaan yg baru berdiri ataupun yg sudah besar. Yang jelas secara resmi keselamatan kerja tertuang dalam dokumen telah menjadi komitmen manajemen.
Komitmen ini dinilai dari seberapa besar sih top manajemen dalam keikutsertaan implementasi keselamatan kerja. Poin penilaian bisa berupa kehadiran top manajemen dalam safety meeting, dokumentasi yg dikeluarkan top manajemen mengenai issue2 keselamatan kerja, keikutsertaan top manajemen dalam kegiatan inspeksi penggunaan PPE (personal protection equipment), dsb
2. point berikut yg dinilai memberikan skor tinggi adalah *HSE/SAFETY AUDIT & REVIEW* Hal ini dinilai dari dokumentasi dan rekaman audit
*3. EMERGENCY RESPON PROCEDURE* memberikan kontribusi poin besar juga. Yaitu ttg bagaimana perusahaan membuat prosedur penanganan tanggap darurat. Tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan nilai resiko dari pekerjaan yg akan dinilai oleh owner.
*4. ADDITIONAL FEATURES* memberikan kontribusi yg cukup besar kepada skor CSMS. Additional Features ini sebagai contoh adalah keanggotaan professional di bidang Safety dari sebanyak mungkin professional di perusahaan anda. Bisa anda submit bukti keanggotaan profesi di bidang HSE tsb. Bisa juga berupa strategi perusahaan dalam membudayakan bekerja dengan selamat kepada seluruh karyawan. Keanggotaan anda dalam milis migas bisa juga dimasukkan.
*5. PLANING & PROCEDURE.* Adalah penilaian dokumentasi perencanaan system manajemen keselamatan kerja. Procedure2 akan dinilai pada section ini.
Misalnya procedure lifting, procedure working in confined space dan lain2.
Pada akhirnya, kelima point di atas diusahakan sebaik mungkin. Tapi tentu saja, semuanya sangat berbeda standard penilaian masing2 owner karena sangat disesuaikan dengan tingkat keselamatan pekerjaan yg akan dilelang. Sedikit advice, bila perusahaan anda menerbitkan satu buku kecil (handbook/ pocketbook) ttg system manajemen Keselamatan Kerja, akan sangat membantu mengatrol skor.
CSMS di KPS sebenarnya sudah sejak dulu dengan SK Pertamina No. Kpts.1048/L000/99-SO. Kemudian KPS dibawah MIGAS dan diperkuat dgan turunnya Suply chain guidance PTK-007.
Saat ini pihak SKKMIGAS telah menyiapkan pedoman pelaksanaan CSMS tadi yang dinamakan PTK-PK3-K "Pedoman Tata Kerja PK3 Kontraktor".
Pada dasarnya penilaian HSE yang dilakukan KPS terhadap Kontraktor di bagi 3 yaitu meliputi :
*(1). Penilai sebelum mengikuti Tender (Pre Qualifikasi)*
*(2). Penilaian HSE selama kontrak berjalan (During Performing of Work)*
*(3). Penilaian keseluruhan saat de-breifing.*
Isinya tiap KPS tidak 100% sama tapi paling tidak nafasnya adalah sejalan kira-kira sebagai berikut:
*1. Kebijakan HSE :* expectasinya adalah si calon mitra diharapkan punya Kebijakan dibidang HSE yang didukung oleh komitment yang tinggi agar tidak ada Loss di setiap aktifitas pekerjaan.
*2. Prosedur Emergency :* harapannya adalah calon mitra kerja sudah punya (peduli) terhadap kondisi emergensi yang potensial terjadi baik di tempat kerja, office, dll dan bahkan diharapkan bisa mengcover yang spesifik misalnya BLOW-OUT dll.
*3. Equipment & Material Management :* Harapannya adalah si calon selalu memaintain semua peralatan dengan baik, termasuk sertifikasinya, kalibrasinya, ada system untuk memisahkan peralatan yang defective dengan yang masih baik ditandai dengan tanda khusus agar tidak digunakan dll.
CSMS juga dapat digunakan sebagai alat untuk memantau kinerja safety dari tiap-tiap perusahaan kontraktor, sejauh mana mereka me-maintain program-program safety untuk para karyawannya (during performing of work), karena CSMS dipantau secara berkala.
Lebih lanjut, ada juga program yang digunakan untuk memantau performa kontraktor secara keseluruhan, dan tidak hanya unsur safety. Ada sebuah KPS menyebutnya dengan QPR / quarterly performance record. Di QPR tersebut dipantau sejauh mana performa produktifitas dan safety yang dihasilkan oleh perusahaan kontraktor. Program ini pun dipantau secara berkala/quarterly. Dengan program ini, produkstifitas dan safety menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga sudah tidak jaman lagi sebuah kontraktor yang memiliki reputasi produktifitasnya bagus tetapi sedikit mengabaikan aspek keselamatan, akan mendapatkan nilai raport yang
baik.
_Sistem penilaian CSMS ada 2 secara umum :_
1. Pass - Not Pass
2. Rating dan Rangking, penjelasannya ada dibawan ini.
Sistem penilaian CSMS pass-not pass : tiap butir important point sesuai aspek kunci ditulisan diatas si owner atau user atau project engineer harus melalukan inspeksi, interview, pengecekan dokumen dan mengisi form standar yg berisi pertanyaan Y/N, kalo banyak No nya tentu dianggap not pass
Sistem penilaian CSMS rangking dan rating, tiap butir important point sesuai aspek kunci tulisan di atas si owner/user/project engineernya harus melakukan inspeksi ke kantor ataupun yard/workshop, interview, pengecekan dokumen dan mengisi form standar dari masing masing perusahaan. Ada kolom nilai dan definisinya range nilainya yang harus diisi. Semakin tinggi maka semakin baik, rating akan diberlakukan.
Jika variasi risiko pekerjaan berbeda di tiap kontrak yakni low risk, medium risk, high risk .. ada definisi perusahaan masing2 utk kategori ini .. tentu yg ratingnya makin tinggi maka bisa mengerjakan kontrak risiko tinggi dan nilai rangkingnya makin tinggi ... penilaian ini baik sistem pass not pass maupun rangking dan rating akan dilakukan berkala sesuai masa berlakunya kontrak sesuai cycle yg umumnya dibagi 3 yaitu
1. pra qualifikasi,
2. interim review during work in progress,
3. close out contract
_Penilaian CSMS ini akan dilakukan oleh tim dari Company yg akan dipimpin project engineer/user/host/contract owner atau orang yg ditunjuk Company_
checklist CSMS tiap Company yang harus diisi calon kontraktor dan calon vendor yang berminat bekerja utk kepentingan Company akan berbeda namun kalo jurus penekanan 4-5 point diatas minimum dilakukan maka Inshaa Allah CSMS anda akan *dinilai pass atau cukup tinggi* sehingga masuk approved contractor list dan approved vendor list
Kamis, 27 Desember 2018
Penanganan Gejala Stroke
Pengertian Stroke
Stroke
adalah kondisi
yang terjadi
ketika pasokan
darah ke otak terganggu
atau berkurang
akibat penyumbatan
(stroke iskemik) atau pecahnya
pembuluh
darah (stroke hemoragik).
Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.
Stroke
adalah
keadaan
darurat
medis
karena
sel
otak
dapat
mati
hanya
dalam
hitungan
menit.
Tindakan
penanganan
secara
cepat
dapat
meminimalkan
tingkat
kerusakan
otak
dan
kemungkinan
munculnya
komplikasi.
Menurut
riset
kesehatan
dasar
yang diselenggarakan
oleh
Kementrian
Kesehatan
RI pada tahun
2013, di Indonesia terdapat lebih
dari
2 juta
penduduk,
atau
12 dari 1000
penduduk,
menderita
stroke dengan persentase
terbesar
berasal
dari
provinsi
Sulawesi Selatan. Selain itu,
stroke juga merupakan
pembunuh
nomor
1 di Indonesia, lebih dari
15% kematian di
Indonesia disebabkan oleh
stroke. Stroke iskemik memiliki
kejadian
yang lebih sering
dibandingkan
dengan
stroke hemoragik, namun
stroke hemoragik membunuh
lebih
sering
dibandingkan
dengan
stroke iskemik. Hipertensi yang
diikuti
dengan diabetes dan
kolesterol
tinggi
merupakan
kondisi
yang paling sering meningkatkan
risiko
terjadinya
stroke di Indonesia
Tahap-1 Kenali Gejala Stroke
Menghafal
S - T - R :
Para dokter
menyatakan
orang terdekat dengan
si
penderita
dpt
mengenali
stroke dgn menanyakan
3 pertanyaan
sederhana.
Ingat
3 Langkah
"S T R" , yaitu :
S:
SMILE
Minta
penderita
utk
tersenyum.
Kalau
pipi
miring, maka ada
kelumpuhan
saraf,
ini
gejala
stroke
T:
TALK
Minta
penderita utk berbicara kalimat singkat, misalkan: Hari ini cerah atau apa
saja. Kalau omongannya
pelo,
ini
gejala
stroke
R
: RAISE BOTH ARMS
Minta
penderita untuk mengangkat Kedua Lengan. Kalau tidak bisa mengangkat
tangannya berarti ada kelumpuhan, ini gejala stroke
Cara
lain untuk mengenali
stroke adalah: Minta
orang tsb menjulurkan
lidahnya.
Jika
"bengkok"
menyimpang
ke satu arah, ini juga merupakan
suatu tanda dari
stroke
Tahap-2 Emergency Call Response
vMenelepon / mencari bantuan
vMengatur lalu lintas dan penonton
vMenjaga rahasia pribadi korban
vMembantu memiindahkan korban ke tempat yang aman
Tahap-3 Evakuasi & Transportasi
ATURAN
UMUM tentang PENANGANAN DAN TANSPORTASI :
° Jangan menganggap bahwa korban bisa duduk atau berdiri sendiri
° Selalu menerangkan kepada korban apa yang akan Anda kerjakan,
agar korban dapat bekerja sama (bila memungkinkan)
° Jangan memindahkan korban sendirian, kalau bantuan tersedia.
Pastikan Penolong Anda memahami
apa yang harus dilakukan,
sehingga merka dapat bekerja sama sepenuhnya
° Kalau
ada beberapa orang yang memindahkan korban, satu orang
memberikan komando
° Supaya Anda sendiri (penolong) tidak mengalami cedera punggung
sewaktu mengangkat atau membawa korban, gunakan cara
mengangkat yang benar
Tahap-4 Penanganan Medis di Rumah Sakit
Diagnosis
Stroke
1. Wawancara
ke
pasien/anggota
keluarga
mengenai
:
Gejala
yang dialami, awal
munculnya
gejala,
dan
apa
yang sedang pasien
lakukan
ketika
gejala
tersebut
muncul.
Jenis
obat-obatan
yang sedang dikonsumsi.
Apakah
pasien
pernah
mengalami
cedera
di bagian kepala.
Memeriksa
riwayat
kesehatan
pasien
dan
keluarga
pasien
terkait
penyakit
jantung,
stroke ringan
(TIA), dan
stroke.
2. Pemeriksaan
Lanjutan
:
Tes darah – CT Scan – MRI – Elektrikardiografi - USG doppler karotis - Ekokardiografi
Pengobatan Stroke
1. Pengobatan
stroke iskemiki
:
Penyuntikkan
rtPA. Penyuntikan
rtPA (recombinant tissue plasminogen
activator)
Obat
antiplatelet. Untuk
mencegah
pembekuan
darah,
digunakan
obat
antiplatelet, seperti aspirin. Obat
antikoagulan,
Obat
antihipertensi, Statin. obat kolesterol, Endarterektomi
karotis,
Angioplasti
Obat-obatan,
Operasi
Tahap-5 Pemulihan
Seorang
Neurolog
menyatakan,
bahwa
penderita
stroke dlm 3
jam pertama serangan
dpt
sembuh
total sama sekali,
jika
dgn
cepat
dpt
mengenali
gejala,
mendiagnosa
& membawa pasien
u/ pengobatan ahli
sesegera
mungkin.
Jangan
lewat
dari
3 jam, karena dpt
terjadi
kerusakan
permanen.
Langganan:
Postingan (Atom)
TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENGAWAS KETENAGAKERJAAN DALAM HAL PENGAWASAN DAN PENEGAKKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KETENAGAKERJAAN
Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya unt...
-
Keselamatan pada peralatan yang berputar 🗒🗒🗒🗒🗒 Bahaya Getaran Pada Alat Kerja, Pekerja Berisiko Terkena Hand-Arm Vibration Syndrome ...
-
THREE POINT CONTACT SAFETY Selain pada aktivitas yang menggunakan tangga, tiga titik tumpu (three point contact) juga sangat diperlukan da...
-
Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memberikan pesangon, salah satunya pajak pesangon. Perhitungan pesangon dan pajaknya dit...